Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Setia Budi (USB) Rangkasbitung kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Komunitas Adat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, pada hari sabtu, 29 November 2025 dan diikuti oleh 19 mahasiswa yang didampingi oleh dosen prodi.
Dalam suasana alam yang asri dan kental akan tradisi, para mahasiswa melakukan pengamatan langsung terkait kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat Baduy. Kawasan adat yang masih memegang teguh nilai-nilai leluhur ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami hubungan antara sejarah, tradisi, dan keberlanjutan budaya lokal.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman empirik tentang bagaimana masyarakat adat menjaga kearifan lokal, mengatur pola hidup, serta mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan zaman. Interaksi langsung dengan warga setempat memberikan wawasan baru mengenai pola permukiman, adat istiadat, hingga nilai-nilai sosial yang dipegang secara turun-temurun.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah USB Rangkasbitung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter lulusan yang peka terhadap realitas sosial serta mampu mengaplikasikan ilmu sejarah dalam konteks masyarakat. “Pengabdian seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan, wawasan budaya, sekaligus memperkuat komitmen mahasiswa terhadap pelestarian nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian aktivitas. Mereka terlibat dalam diskusi, observasi, serta berbagai kegiatan pembelajaran yang memberikan wawasan baru mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Baduy. Kebersamaan dan kerja sama antarmahasiswa menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pelaksanaan PKM ini.

Dengan terselenggaranya kegiatan PKM ini, Program Studi Pendidikan Sejarah USB Rangkasbitung berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat lokal serta mendorong kegiatan serupa di masa mendatang sebagai bentuk kontribusi kampus dalam pelestarian budaya dan pengembangan pengetahuan sejarah.
